mueliah
Selasa, 21 Desember 2021
Jumat, 19 November 2021
Pengimbasan Program Guru Belajar dan Berbagi seri Pengelolaan Pembelajaran di Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif#GBBPPSPPI #GuruBelajar #PendidikanInklusif
a. Apa hal baru dan atau menarik yang Anda dapatkan setelah mengikuti keseluruhan materi dalam program Guru Belajar dan Berbagi seri Pengelolaan Pembelajaran di Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif?
Melalui kegiatan Program Guru Belajar dan Berbagi Seri Pengelolaan Pembelajaran
di Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif, diharapkan agar peserta dapat
meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang Desain Universal Pembelajaran
(Universal Design for Learning/UDL), Profil Belajar Siswa(PSB), pembuatan
perencanaan pembelajaran akomodatif, strategi pelaksanaan pembelajaran, dan
proses evaluasi dalam Setting Pendidikan Inklusif.
b. Apa rencana tindak lanjut yang akan Anda lakukan setelah mengikuti program Guru Belajar dan Berbagi seri Pengelolaan Pembelajaran di Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif?
Setelah mengikuti Program Guru Belajar dan Berbagi Seri Pengelolaan Pembelajaran di Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif, guru pada Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif (PPSPPI) agar mampu mengelola pembelajaran di kelasnya masing-masing secara efektif.
Unjuk Kerja Strategi Pelaksanaan Pembelajaran
Unjuk
Kerja Strategi Pelaksanaan Pembelajaran
Strategi
Pelaksanaan Pembelajaran dalam Setting Pendidikan Inklusif
Dilakukan identifikasi dan asesmen terlebih dahulu untuk
mendapatkan informasi dan menemukenali peserta didik terutama yang berkebutuhan
khusus agar dapat mengetahui kelebihan, kekurangan, dan kebutuhannya sehingga
dapat disusun rencana pembelajaran yang sesuai kebutuhannya.
Strategi pembelajaran dibuat menggunakan prinsip-prinsip
Universal Design for Learning (UDL) yang dilaksanakan dengan mempertimbangkan
keberagaman peserta didik, dan membuat RPP yang akomodatif sesuai kebutuhan
peserta didik atau Profil Belajar Siswa (PBS).
Adaptasi Kurikulum :
1. Modifikasi Tujuan
2. Modifikasi Isi/Materi
3. Modifikasi Proses
4. Modifikasi Penilaian
Strategi Pelaksanaan Pembelajaran Menerapkan Prinsip UDL :
1. Multiple Means of Engagement
2. Multiple Means of Representation
3. Multiple Means of Action & Expression
PENTING
#GBBSPPI #PendidikanInklusif
Refleksi terkait strategi pelaksanaan pembelajaran dalam setting pendidikan inklusif
Refleksi terkait strategi pelaksanaan pembelajaran dalam setting pendidikan inklusif sesuai dengan PBS dan RPP akomodatif
Modifikasi Proses berarti ada perbedaan dalam kegiatan pembelajaran yang dijalani oleh PDBK dengan yang dialami oleh peserta didik reguler. Metode atau strategi pembelajaran umum yang diberlakukan untuk peserta didik reguler tidak diterapkan untuk PDBK. Jadi, mereka memperoleh strategi pembelajaran khusus yang sesuai dengan kondisi, kebutuhan dan kemampuannya. Modifikasi proses atau kegiatan pembelajaran bisa berkaitan dengan penggunaan pendekatan, model, dan metode mengajar, lingkungan/setting belajar, waktu belajar, media belajar serta sumber belajar.
Kamis, 18 November 2021
Kamis, 22 Juli 2021
Mari Belajar Bahasa Indonesia
Mengapa kita harus mempelajari Bahasa
Indonesia?
Alasan pertama, bahasa Indonesia adalah
bahasa resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sudah sejak lama
dikumandangkan oleh para pemuda bahkan sebelum adanya UUD 1945. Dan sebagai
rakyat Indonesia ada baiknya kita tidak hanya merasa bahasa Indonesia sebagai
sebuah alat komunikasi semata, namun sebagai identitas Negara kita yang diakui
oleh undang-undang.
Kedua, bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan. Bahasa Indonesia
telah berhasil menyatukan semangat para pemuda untuk bersatu pada saat Sumpah
Pemuda tahun 1982. Karena itulah, bahasa Indonesia menjadi sangat penting untuk
dipelajari sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia yang berbeda-beda ini.
Ketiga, komunikasi yang dilakukan oleh tiap orang bukan hanya
komunikasi secara lisan, juga secara tulisan. Banyak orang menganggap tidak
perlu mempelajari bahasa Indonesia karena mereka merasa apabila lawan bicara
mereka mengerti maka tidak perlu mempelajari bahasa Indonesia yang terkesan
baku dan kaku. Memang alasan ini cukup bisa diterima, namun sadarkah kita bahwa
bahasa Indonesia tidak hanya mengajarkan mengenai membuat kalimat baku dan
sebagainya tetapi juga mengajarkan mengenai intonasi, penekanan kalimat, dan
etika berbicara kepada orang lain. Di titik inilah bahasa Indonesia menjadi
sangat penting untuk dipelajari. Selain itu, mengenai cara berkomunikasi secara
tertulis, bahasa Indonesia yang baik sangatlah diperlukan. Alasannya adalah
karena kita tidak mungkin menulis sesuatu yang bersifat resmi kepada orang lain
dengan kata-kata yang “berantakan” ataupun menggunakan bahasa lisan sehari-hari
karena pada tulisan tidak mengenal penekanan nada bicara, intonasi dan mimik
wajah. Apa yang akan terjadi bila terjadi salah kesalahpahaman pada saat orang
lain membacanya? Bisa jadi kerugian akan menimpa Anda. Karena itulah, sangat
penting untuk mempelajari bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi baik secara
informal maupun formal.
Keempat, menjadi sangat penting kita mempelajari bahasa Indonesia
secara baik dan benar sebagai alat untuk mengenali dan mengembangkan kebudayaan
serta hasil karya bangsa kita sendiri. Bagaimana mungkin kita dapat
mengapresiasi dan hasil karya seperti puisi, syair, cerita, dan lainnya jika
kita tidak mampu mengerti dan mempelajari karya-karya tersebut. Tugas kitalah
untuk mengapresiasi dan menjaganya agar kebudayaan serta hasil karya dari anak
bangsa tetap bisa dikenali seterusnya. Apalagi caranya kalau bukan dengan terus
menggunakan dan mempelajari bahasa Indonesia secara baik dan benar.
Alasan-alasan diatas sudah cukup untuk melecut semangat kita untuk
terus mempelajari bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jangan hanya
jadikan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi semata, tetapi jadikan juga
bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa serta alat mengembangkan kebudayaan.
Selain itu, jadikanlah bahasa Indonesia sebagai kebanggan diri kita karena
bahasa Indonesia merupakan identitas negara kita.
Mungkin masih banyak lagi alasan-alasan yang berbeda seiring perbedaan
pemikiran tiap orang.



